Impian Jalanan
sesuatu itu bukanlah hal yang buruk..
sesuatu itu selalu melekat dalam hati..
tak pernah berhenti.. menuntun.. jejak langkah yang sering aku tapaki..
Dia yang hadir dalam setiap gengaman nafas haruku.. membuat jiwa ini semangat dan terus semangat.. di jalanan yang penuh debu dan polusi..
di jalanan.. yang selalu bertemu manusia kekar dengan berbagai palakan...
di jalanan.. dengan kondisi dan cuaca yang berubah-ubah..
hadirku menepis setiap relung waktu..
aku terus berjalan.. memungut barang yang hampir tak selayaknya di pakai.. makanan basi.. barang berharga yang sengaja oleh pemiliknya di buang percuma...kini jadi miliku tanpa bayaran..
hidupku bagai gelombang magnet.. kadang terbawa arus yang menyenangkan.. kadang harus berada dalam kepiluan..
tamparan dan tawa menyertai setiap aktifitas yang kujalani..
hari ini.. aku sedikit lelah.. berjalan hampir 8 jam.. ku niatkan untuk beristirahat..
temanku duduk di sudut trotoar penuh dengan tempat sampah.. begitulah dia.. tak pernah mengenal bau..tak pernah mengenal penyakit..asalkan merasa nyaman untuk dia tempati, semua akan baik-baik saja..
"kau lapar zal..?" tanya temanku sambil mengulurkan sepotong roti basi.
"ga..perutku masih terisi nasi yang tadi pagi.. cacing di perutku masih terasa tenang.. mungkin lagi tidur..blm waktunya lapar.." jawabku sambil tersenyum canda..
sejenak beristirahat tapi terasa lama waktunya..
jalanan saat ini di penuhi mobil dan motor yang padat.. macet..
tumben orang-orang banyak yang keluar rumah.. mungkin bekerja keras buat cari nafkah keluarga atau lagi pergi buat bersenang-senang..
ahh.. biarkanlah..itu kehidupan mereka.. kenapa juga aku harus peduli..
akhirnya, temanku bangkit dari duduknya..mengajakku untuk lanjut berjalan memungut barang yang selayaknya dan berharap ada barang masih utuh yang bisa di jual..
kami berjalan lagi..terus..tanpa henti..jika ada bekas botol aqua ataupun barang yang lainnya dengan segera kami pungut..
dan..
tepat di depan mata ada SMP merdeka .. sekolah negri yang terkenal.. kami coba berhenti.. melihat di jendela ..sedikit mengintip aktifitas belajar anak-anak yang beruntung..
yah.. anak-anak yang tak perlu bekerja keras demi menjalani hidup.. cukup terima uang belajar yang rajin.. mereka sudah bisa menikmati segalany..
"kau melamun zal..?"tanya temanku dengan nada ketus..
"tak usahlah kau melamun.. kita juga udh sekolah meski tak sebagus sekolah ini.." lanjutnya..
"aku ga melamun..tapi aku merasa iri ma mereka.. hidup nyaman tak perlu kerja keras.."jawbku mengeluh..
"kau tau.. justru ank-nak seperti kitalah yang di banggakan.. sudah tau kejamnya kehidupan.. bisa tau setiap tantangan.. tanpa harus merasa waswas.."lanjut temanku dengan bijak..
ihsan.. itulah nama temanku, dia beda 2 tahun dengan ku lebih muda.. tapi setiap kata-katanya bagai orang tua yang menasehati seorang anak.. terdengar dewasa dan bijak..
"tapi..aku hanya merasa iri san.. "jwabku singkat
"kau punya prinsip kan zal??kau bilang meski hidup di jalanan..tapi tetep prisip itu no.satu agar semua impian yang pernah kita buat tercapai.."tuturnya halus..
"iya..km bener san.. aku lupa akan hal itu.. aku selalu semangat!!bahkan..meski belajar di tempat yang terbuka..keujanan..dan cari uang.. aku tak pernah mau mengeluh.. kau benar kawan..kau ingatkan aku akan hal itu.."jawbku tersenyum ..
"ya sudah..kita jalan lagi yuk.. harus pulang cepet buat ngerjain PR..besok masuk pagi.."ajaknya..
akupun kembali melangkah..dengan sejuta tanya dan seribu jawaban yang masih hinggap di benak..tapi..jika benar apa yang di katakan kakekku dimana sebelum meningal beliau berkata tentang kehidupan berprinsip.. tentang ketegaran dan impian bahwa setiap orang punya sisi lain yang tangguh dan berbeda, hingga kesuksesan akn di dapat dan kehidupan akan terbalik..rasanya..benak ini terasa ringan untuk berjlan...
tiba .. aku dan ihsan dirumah.. kami langsung bergegas membawa buku dan pensil .. mengerjakan PR bahsa indonesia.. bahasa yang populer dengan kata baku dan kalimat terbuka..
kami pun dengan santai menjawab..
titik air hujan mulai terasa..membasahi sebagian buku yang kami pegang.. aku dan ihsan berlari kerumah.. berharap terlindungi meski hanya sedikit..
rumah..sebenarnya ga layak di katakan rumah.. ini adalah tempat berteduh... terbuat dari daun pisang..dengan ukuran 3x3 meter..
hujan mulai turun..dan langit mulai ga terlihat..
waktunya malam telah tiba..
tubuhku menyambut dengan gemetar setiap angin..dan udara yang dingin menyapa pori-pori kulit tipisku..
malam ini metabolisme tubuhku tak kuasa menahan egonya dingin..
aku berusaha pejamkan mata..berharap bisa tidur pulas.. dan bermimpi dengan indah..
tapi binatang bersayap kecil menggangu denga riang.. menyedot setiap darah dan membuat mataku terbuka lagi…lagi…dan lagi…..terus…..smpai waktu subuh berkumandang..
Ku bergegas mandi di tempat pemandian umum.. dan mamakai baju seragam sekolahku yang kusut..berangkat dengan kaki yang selalu kuat berjalan..
“ihsan..cepetlah..nanti kau kesiangan..”ajaku..
“iya..”jawabnya singkat..
Kami pun berangkat..
Sekolah ku cukup jauh.. harus melewati jalan berkerikil dan nanjak.. tapi.. semua itu di lalui dengan gampang..dan menjadi sebuah kebiasaan..
Dalam perjalanan…. aku melihat anak-anak yang beruntung pergi ke sekolah membawa motor.. dan..
Prrrraaaakkkkkkkkk…
Sepeda motor menabrak ihsan temanku..
“tidak”.. hatiku menjerit..
Ego ku meluap.. amarah dan ketidaksanggupan menyampur dlam jiwa..
Tangan ku melayang …sampai akhirnya kena wajah salah satu anak yang beruntung itu..
Kami pun terhanyut dan berkelahi..
Tiba-tiba seorang permpuan muda dan laki-laki tua menghapiri dengan mobil kijang keluaran terbaru..
Mereka mencoba melalai kami.. tapi aku terlanjur emosi.. laki-laki tua itu kewalahan.. dan sampai akhirnya ihsan bangkit dengan tertatih-tatih mencegah tangan ku yang hampir memukul anak beruntung itu..
Aku terdiam..
Dan akhirnya perempuan muda itu berkata “kenapa kalian berkelahi??”
“kau tak pa-apa?”tanyanya pada ihsan..
Anak-anak beruntung itu pergi dengan ketus..meninggalkan suasana hening dan perampuan muda yang bijak..
Aku pun tak mau lama-lama.. ku acuhkan perempuan muda dan lelaki tua itu..
Ku bawa ihsan dengan sekuat tenaga…tapi perempuan muda itu malah mengejar.. dan mencegah kami..dia mengeluarkan uang seratus ribu untuk pengobatan ihsan..
Aku menolak.. aku tak mau .. dia tak pantas memberi kami uang hanya gara-gara kasihan..
Kami tak perlu di kasihani..kami hidup normal selayaknya kehidupan dia, namun bedanya kami sering berada di jalanan dan dia sering berada di luar dengan berbagai perlatan yang memadai..
Yah.. meski di jlanan dan di luar adlah kosakata yang hampir sama maknanya..
Perempuan itu memaksa.. tapi aku tetap menolak..
Aku kesal..
“sudahlah..!!!kau tak perlu khawatir…kami bisa beli obat sendiri.. kami bukan pengemis..kami hidup normal sperti yang lainnya.. tak usah seduh sedan gitu..
Uang itu lebih di buthkan oleh yang lebih membutuhkan dari pada kami..!!”
Perempuan itu tampak terkejut dengan kalimat ku.. aku terus berjalan.. dan perempuan itu berdiri sepeti patung..
Aku tak mau melihat wajahnya yang pilu…
Ku terus berusaha membawa ihsan.. sekuat tenaga.. sampai aku temukan warung kopi di jalanan ..
Kemudian aku beristirahat .. ihsan pun langsung di beri pertolongan dengan obat betadine yang aku beli di warung..
Langit hari ini terlihat mendung… ku tatap awan di atas sana..
Ku terharu dengan semua yang terjadi..
Tuhan… andai aku tahu isi hati setiap
orang.. pasti aku akan berbuat yang terbaik buat segala hal..
ahhh… bodoh!!!setiap orang pasti berbuat baik.. tergantung bagaimana niat yang ada dalam hati…
aku bersyukur Tuhan kau jadikan aku manusia tegar denga kehidupan yang nyata..
hari ini aku tenang.. setenang cuaca mendung yang terlihat…
created:_Nd_
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar